basic industry and chemical Industry & Trade Markets

Blast Furnace Complex Pangkas Biaya KRAS

Pembangunan blast furnace complex Krakatau Steel Tbk (KRAS) yang telah mencapai 96% pada Juli 2016 diprediksi akan memangkas biaya produksi HRC sebesar US$ 58,3 per ton. Penghematan itu berasal dari pengurangan biaya bahan baku, konsumsi listrik, dan menyeimbangkan fasilitas produksi hulu dan hilir.

Blast complex furnace dengan kapasitas produksi hot metal dan pig iron sebanyak 1,2 juta metrik ton per tahun itu siap beroperasi akhir tahun ini. Menurut Bahana Securities, strategi ekspansi dan efisiensi KRAS akan memperbaiki kinerja perusahaan. Permintaan baja diestimasi meningkat seiring dengan pembangunan proyek-proyek infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah.

“Kami perkirakan pemulihan harga baja akan berlanjut dengan penurunan pasokan yang disebabkan tutupnya Megasteel, perusahaan baja Malaysia dan pemangkasan kapasitas produksi baja lokal di China,” ujar Mardy Oramahi Alhusnah, Analis Bahana Securities.

Bahana Securities merekomendasikan BUY KRAS dengan target harga Rp 1.020. (*)

 

Proyeksi dan Valuasi KRAS
Keterangan 2015 2016E 2017E
Penjualan (USD million) 1,322 1,481 1,641
EBIT (USD million) -184 41 108
Net profit (USD million) -320 -92 -28
EPS (IDR) -274 -89 -18
EV/EBITDA (x) -21 23 15
P/E (x) -3 -14.4 -47
PBV (x) 0.5 0.7 0.7
EBIT margin -13.9 2.7 6.7
Sumber: Bahana Securities

Follow Us

Indexes