basic industry and chemical Markets Mining & Energy

ANTM Cari Pinjaman Bank Rp 3,5 Triliun

Aneka Tambang Tbk (ANTM) membutuhkan pinjaman bank senilai minimal Rp 3,5 triliun untuk pembangunan pabrik feronikel di Halmahera Timur (P3FH). Pabrik dengan kapasitas 13.500 ton nikel dalam feronikel (TNi) tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel perseroan menjadi 43.500 TNi per tahun.

Tedy Badrudjaman, Direktur Utama ANTM, mengatakan perkiraan kebutuhan pendanaan untuk pabrik di Halmahera Timur dihitung berdasarkan nilai investasi yang dikeluarkan perusahaan untuk proyek smelter lini 1 dengan kapasitas 13.500 TNi di Pomalaa, Sulawesi Tenggara. “Yang paling bagus opsinya pendanaan perbankan. Kalau support dari perbankan kurang, kami akan mencari mitra strategis untuk bergabung dalam pembangunan pabrik-pabrik kami,” kata Tedy.

Pembangunan pabrik feronikel di Tanjung Buli, Halmahera Timur ini semula ditargetkan comissioning pada 2015. Namun, pembangunan proyek P3FH tertunda karena penurunan harga komoditas nikel. ANTM membuka kembali tender P3FH dan menunjuk konsorsium Kawasaki Heavy Industries dan Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai pemenang tender.

Dimas Wikan Pramudhito, Direktur Keuangan ANTM, mengatakan selain membangun pabrik feronikel, perusahaan juga akan membangun infrastruktur pendukung proyek seperti reservoir, pondokan, dan pembangkit listrik dengan kapasitas 80 MW. Perseroan bekerja sama dengan Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) tersebut.

Pada perdagangan Selasa (4/10), harga saham ANTM menguat 4,3% menjadi Rp 840. (*)

Follow Us

Indexes