basic industry and chemical Industry & Trade Infrastructure Markets

Proyek Tol Strategis Jadi Katalis WSBP

Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) diestimasi akan menikmati permintaan beton pracetak (precast) untuk proyek-proyek tol strategis hingga 2018 dengan nilai kontrak Rp 20 triliun. Perseroan akan menambah kapasitas produksi dari 1,8 juta ton pada 2015 menjadi 3,8 juta ton pada 2018 dengan membuka sejumlah pabrik di Jawa Tengah, Sumatera Utara, Kalimantan, dan Sulawesi.

Proyek-proyek tol yang membutuhkan pasokan beton dari WSBP adalah tol Trans Jawa, Trans Sumatera, serta proyek tol di Jakarta dan sekitarnya. Waskita Karya Tbk (WSKT), induk usaha WSBP, menginvestasikan dana Rp 15,7 triliun pada 14 ruas tol yang memiliki nilai proyek Rp 85 triliun.

Leonardo Henry Gavaza, Analis Bahana Securities, menilai WSBP akan menikmati permintaan beton pracetak yang cukup tinggi hingga beberapa tahun ke depan seiring dengan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Untuk melengkapi bisnis beton pracetak, WSBP juga akan menambah kapasitas produksi ready mix dari 1,8 juta meter kubik/tahun pada 2015 menjadi 6 juta meter kubik/tahun pada 2018. Saat ini perusahaan sudah memiliki 20 batching plant di Jawa dan Sumatera.

“Kami harapkan proporsi pendapatan dari ready mix akan naik menjadi 39% pada 2018 dari 20% pada 2015,” kata Leonardo. Selain itu, perusahaan akan mengakuisisi sejumlah fasilitas stone crusher untuk mencukupi pasokan kerikil yang dibutuhkan pabrik beton pracetak dan ready mix. WSBP diprediksi akan mencatat peningkatan produksi yang berkelanjutan dan perbaikan margin di masa depan.

Bahana Securities merekomendasikan BUY saham WSBP dengan target harga Rp 740. (*)

Follow Us

Indexes