Consumer Markets

BWPT Bangun Pabrik Kelapa Sawit Rp 160 Miliar

Eagle High Plantations Tbk (BWPT) akan membangun pabrik kelapa sawit (PKS) ke-9 di Kabupaten Keerom, Papua. Perseroan mengalokasikan dana Rp 160 miliar dari total belanja modal tahun ini untuk pembangunan pabrik tersebut.

Deddy Setiadi, Direktur dan Sekretaris Perusahaan BWPT, mengatakan PKS tersebut berkapasitas 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam atau 270 ribu ton TBS per tahun. Kapasitas PKS ini dapat ditingkatkan hingga maksimal 90 ton per jam. Saat ini BWPT memiliki kebun kelapa sawit seluas 16.000 ha di Papua.

Henderi Djunaidi, Direktur BWPT, mengatakan total belanja modal perseroan tahun ini mencapai Rp 400 miliar. “Untuk pembangunan PKS dialokasikan capex Rp 160 miliar. Dengan pembangunan fasilitas pendukungnya, total dananya Rp 200 miliar,” kata Henderi.

Dana belanja modal juga akan digunakan untuk perawatan tanaman Rp 90 miliar dan Rp 110 miliar untuk infrastruktur penunjang produksi panen.

BWPT memiliki lahan tertanam 153.000 ha. Sekitar 50% dari tanaman akan memasuki usia prima pada tahun ini. Rata-rata usia tanaman kelapa sawit BWPT saat ini mencapai 8,4 tahun.

Pada kuartal I 2017, perseroan membukukan pendapatan usaha Rp 839 miliar, tumbuh 35% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. EBITDA perseroan meningkat 86% menjadi Rp 267,7 miliar karena didukung kenaikan harga komoditas crude palm oil (CPO). Namun, perseroan masih mencatat rugi bersih Rp 18,4 miliar.

“Perseroan optimis kinerja akan meningkat dengan penambahan areal tanaman yang menghasilkan, cuaca yang lebih baik, dan kenaikan harga komoditas,” kata Deddy.

Pada perdagangan Kamis (4/5), harga saham BWPT turun 1,3% menjadi Rp 300. (*)

Follow Us

Indexes