Consumer Markets

CLEO Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 43%

Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), produsen air minum dalam kemasan (AMDK), menargetkan pertumbuhan pendapatan 43% menjadi sekitar Rp 751 miliar pada 2017. Perseroan akan membangun pabrik baru di Ungaran, Jawa Tengah dan Kendari, Sulawesi Utara dengan kapasitas masing-masing 100 juta liter untuk mendukung pencapaian target tersebut.

Lukas Setio Wongso, Direktur Keuangan CLEO, mengatakan perseroan mengalokasikan belanja modal Rp 140 miliar untuk pembangunan dua pabrik dan pembelian mesin-mesin. Sebagian belanja modal dibiayai oleh dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO), sisanya berasal dari kas internal perusahaan.

Menurut Lukas, investasi untuk pembangunan pabrik mencapai Rp 10 miliar-Rp 25 miliar per pabrik sedangkan pembelian mesin-mesin mencapai Rp 47 miliar. Saat ini perseroan telah memiliki 19 pabrik di seluruh Indonesia, antara lain di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, dan Jawa. Total kapasitas produksi AMDK CLEO mencapai 1,6 miliar liter. Pembangunan pabrik baru akan menambah 5-10% dari kapasitas produksi saat ini. Pangsa pasar AMDK CLEO saat ini mencapai 4%.

Perseroan mendapatkan dana Rp 51 miliar dari pelepasan 500 juta saham atau 22,22% saham. Sekitar 92% dari dana IPO digunakan untuk pembelian mesin-mesin sedangkan sisanya untuk modal kerja perusahaan.

CLEO merupakan emiten ke-540 yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada sesi pertama perdagangan Jumat (5/5), harga saham CLEO menguat 69,57% menjadi Rp 195. (*)

Follow Us

Indexes