Industry & Trade Infrastructure Markets

Kontrak Baru Jadi Katalis WTON

Wika Beton Tbk (WTON) diestimasi membukukan kontrak baru Rp 6,8 triliun pada 2017, naik 15% dibandingkan dengan 2016. Beberapa proyek jalan tol dan pembangunan pembangkit listrik di Kalimantan akan memberikan kontribusi terbesar bagi kontrak baru perusahaan.

Michael Ramba, Analis BCA Sekuritas, mengatakan beberapa proyek jalan tol yang akan menggunakan beton precast WTON, antara lain ruas tol Serang-Panimbang dan Balikpapan-Samarinda. WTON juga memprediksi akan meraih kontrak Rp 2 triliun untuk proyek high speed rail (HSR) Jakarta-Bandung dan proyek kilang minyak Pertamina senilai Rp 1,5 triliun. Total order book WTON tahun ini diprediksi mencapai Rp 11,1 triliun.

“WTON tidak memiliki eksposur di turnkey projects. Namun, ada penundaan pembayaran sekitar 6 bulan pada beberapa proyek dari induk perusahaan, seperti tol Balikpapan-Samarinda dan Serang-Panimbang,” kata Michael. Wijaya Karya Tbk (WIKA), induk usaha WTON, memiliki saham pada proyek-proyek tersebut. Penundaan pengakuan pendapatan (revenue recognition) akan berlangsung cukup lama karena sebagian proyek WTON berasal dari WIKA.

Meski demikian, BCA Sekuritas merekomendasikan BUY saham WTON dengan target harga Rp 1.100. “Harga saham WTON sudah turun 26,2% dan underperformed dibandingkan IHSG sebesar 44,9% dalam 12 bulan terakhir,” kata Michael. (*)

Follow Us

Indexes