Infrastructure Markets

Pencairan Dana HSR Jadi Katalis WIKA

Fasilitas pinjaman untuk proyek kereta cepat atau high speed rail (HSR) Jakarta-Bandung senilai USD 4,5 miliar akan menjadi katalis bagi pergerakan saham Wijaya Karya Tbk (WIKA). Pencairan pinjaman untuk Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), perusahaan patungan antara WIKA, Jasa Marga Tbk (JSMR), dan Kereta Api Indonesia
(KAI) ini akan dilakukan pada November 2017.

KCIC dan China Development Bank (CDB) telah menandatangani kesepakatan pinjaman ini di Beijing pada 14 Mei 2017.

Pencairan pinjaman dapat dipercepat jika KCIC dapat memenuhi persyaratan perjanjian awal sesuai deadline. Persyaratan tersebut mencakup laporan audit akuisisi lahan oleh 4 akuntan publik terbesar dan perjanjian utilisasi tanah dengan pemilik lahan (termasuk TNI AU, BPJT, PTPN VIII, Perhutani).

Menurut CIMB Securities, akuisisi lahan yang dilakukan WIKA hampir mencapai 90%, sisanya merupakan lahan di Karawang yang dalam proses negosiasi.

WIKA mengatakan total nilai investasi KCIC untuk kereta cepat Jakarta-Bandung ini meningkat menjadi USD 5,9 miliar dibandingkan proyeksi sebelumnya USD 5,3 miliar. Hal ini disebabkan kenaikan pada biaya akusisi lahan. WIKA memiliki 22,8% kepemilikan di KCIC dan saat ini membutuhkan suntikan modal sebesar Rp 4,6 triliun
untuk proyek ini. WIKA mengatakan total injeksi modal pada KCIC baru mencapai Rp 725 miliar atau 16% dari total investasi.

CIMB Securities merekomendasikan BUY saham WIKA dengan target harga Rp 3.500. (*)

Follow Us

Indexes