Infrastructure Markets Mining & Energy

Indonesia Energy Cloud Turunkan Capex Perusahaan Migas

Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) bekerja sama dengan Schlumberger, penyedia jasa dan teknologi bagi perusahaan migas, meluncurkan Indonesia Energy Cloud. Layanan ini diestimasi dapat menurunkan belanja modal (capex) perusahaan-perusahaan migas untuk solusi layanan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

Siti Choiriana, Executive Vice President Divisi Enterprise Service TLKM, mengatakan Indonesia Energy Cloud memungkinkan para pelaku migas meniadakan investasi aplikasi dan infrastruktur ICT dengan mengakses data di cloud yang tersimpan di data center yang disediakan oleh PT Sigma Cipta Caraka (TelkomSigma).

Judi Achmadi, Direktur Utama Telkomsigma, mengatakan Indonesia Energy Cloud akan membantu pengembangan kompetensi nasional migas untuk menemukan cadangan minyak baru dan mengembangkan cadangan minyak. “Dengan akses yang lebih mudah ke teknologi terbaru ini, para ahli dapat lebih akurat menganalisis data migas sehingga dapat digunakan untuk perencanaan penggunaan teknologi mutakhir yang sesuai dengan kebutuhan,” kata Judi.

Teknologi ini dapat digunakan untuk membuat model berbagai teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk menentukan perlakuan teknis yang paling sesuai dengan karakteristik lapangan minyak sehingga dapat mengurangi biaya operasional.

Amit Singh, Direktur Schlumberger, mengatakan TLKM sebagai pendukung infrastruktur data center dapat memenuhi kebutuhan solusi cloud dan menjaga agar semua data migas tetap berada di wilayah Indonesia.Layanan cloud ini dapat mengikuti kebutuhan teknologi terbaru dengan kemampuan komputasi yang semakin tinggi. Para pemain industri migas yang menggunakan Indonesia Energy Cloud juga dapat mengoptimalkan biaya kepemilikan total atau total cost ownership (TCO).

“Indonesia Energy Cloud dapat meningkatkan kualitas infrastruktur sehingga menambah daya tarik investor menanamkan modalnya pada sektor hulu migas di Indonesia,” kata Amien Sunaryadi, Kepala SKK Migas.

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai realisasi investasi di sektor energi dan sumber daya mineral pada 2016 mencapai Rp 347,8 triliun atau setara USD 26,7 miliar. (*)

Follow Us

Indexes