Headline Infrastructure Markets

IHSG Berpotensi Tembus 6.300 Poin

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 6.300 poin pada akhir tahun ini pasca kenaikan peringkat utang Indonesia ke level investasi oleh Standard & Poor’s (S&P). Saham-saham sektor perbankan, konstruksi dan infrastruktur, properti, serta ritel akan diuntungkan oleh momentum kenaikan peringkat ini.

Bahana Sekuritas menilai S&P menaikkan peringkat utang Indonesia dari BB+ menjadi BBB- dengan outlook stabil karena pemerintah mampu meningkatkan kehati-hatian fiskal dengan mengurangi risiko penurunan pendapatan pajak melalui tax amnesty.

Kenaikan peringkat utang akan mendorong arus modal asing ke Indonesia semakin deras sehingga imbal hasil (yield) surat utang akan turun. Riset Bahana Sekuritas menunjukkan yield surat utang pemerintah tenor 10 tahun akan turun ke level 6,5% dari level 6,9% saat ini.

“Kami melihat ada peluang suku bunga secara keseluruhan baik untuk surat utang maupun bunga bank, akan menyentuh level terendah pada 2019, terutama menjelang Pemilihan Presiden, terutama jika kondisi politik dapat lebih terkendali,” kata Harry Su, Kepala Riset dan Strategi Bahana Sekuritas.

Meski kondisi politik Indonesia cukup panas pasca Pilkada DKI, S&P menilai secara keseluruhan kondisi politik cukup stabil. Pemerintah memiliki legitimasi yang cukup kuat dan niat untuk memberantas korupsi.

Bahana meningkatkan proyeksi IHSG hingga akhir tahun ini ke level 6.300 poin dari 6.000 poin dengan momentum kenaikan peringkat investasi tersebut. Saham-saham di sektor perbankan akan diuntungkan karena akan menerima dana murah yang meningkatkan likuiditas, antara lain Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank BNI Tbk (BBNI), dan Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

Saham konstruksi dan infrastruktur, seperti Jasa Marga Tbk (JSMR) dan Waskita Karya Tbk (WSKT) juga akan diuntungkan oleh penurunan bunga kredit sehingga pembayaran utang berkurang dan kebutuhan pendanaan proyek lebih mudah diraih. Saham sektor properti, seperti Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan Ciputra Development Tbk (CTRA) juga akan diuntungkan oleh penurunan suku bunga.

Pembangunan proyek-proyek infrastruktur dan properti akan berdampak pada peningkatan konsumsi semen sehingga saham Semen Indonesia Tbk (SMGR) layak dikoleksi. Sementara itu, Mitra Adiperkasa (MAPI) akan diuntungkan oleh penguatan nilai tukar rupiah yang akan menurunkan biaya impor produk-produknya. (*)

Follow Us

Indexes