Markets Property

PPRO Kaji Penerbitan MTN dan Obligasi

PP Properti Tbk (PPRO) mengkaji penerbitan medium term notes (MTN) dan obligasi masing-masing senilai Rp 600 miliar pada kuartal III dan IV tahun ini. Dana hasil penerbitan MTN dan obligasi akan digunakan untuk refinancing utang dan mendukung kebutuhan belanja modal perusahaan.

Indaryanto, Direktur Keuangan dan Corporate Secretary PPRO, mengatakan perseroan memperkirakan belanja modal (capex) tahun ini mencapai Rp 2 triliun. Sebagian dana belanja modal berasal dari penerbitan saham baru (rights issue) yang dilakukan perseroan belum lama ini. “Dari rights issue Rp 1,5 triliun, alokasi untuk capex sebesar Rp 1 triliun,” kata Indaryanto. Belanja modal akan digunakan untuk penambahan cadangan lahan (landbank).

Perseroan berencana menerbitkan MTN dengan tenor 3-5 tahun dengan nilai Rp 600 miliar pada Juli-Agustus 2017. Dana hasil penerbitan MTN sebesar Rp 300 miliar akan digunakan untuk refinancing MTN yang akan jatuh tempo tahun ini sedangkan sisanya untuk belanja modal.

Perseroan juga mengkaji penerbitan obligasi dengan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan nilai total Rp 1,5 triliun. Adapun penerbitan pada tahap awal diperkirakan sebesar Rp 600 miliar.

PPRO menargetkan penambahan landbank menjadi 400 hektare pada akhir tahun ini, meningkat lima kali lipat dibandingkan akhir 2016 sebesar 60 ha. Sekitar 300 ha landbank akan berasal dari kerja sama perseroan dengan Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) untuk proyek Aerocity di Kertajati, Jawa Barat. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment

Follow Us

Indexes