Finance Industry & Trade Markets

Kenaikan Peringkat Dorong Investasi Asing

Kenaikan peringkat utang Indonesia ke level investasi (investment grade) yang diumumkan oleh Standard and Poor’s (S&P) akan mendorong masuknya investasi asing ke sektor riil. Sektor-sektor yang terkait dengan infrastruktur dan industri manufaktur akan diuntungkan dengan masuknya modal asing tersebut.

DBS Group Research mengatakan dampak kenaikan peringkat utang Indonesia terhadap peningkatan investasi asing langsung akan terlihat dalam jangka menengah. “Kami sudah memperkirakan S&P akan menaikkan peringkat utang Indonesia ke level investasi sejak Januari 2017,” kata DBS Group.

Pasar keuangan telah memperhitungkan kenaikan peringkat ini sehingga sentimen positif dari S&P diperkirakan tidak berlangsung dalam waktu lama. Peringkat utang Indonesia yang berada di level BBB- dapat ditingkatkan jika ada perbaikan pada penerimaan perpajakan dan diversifikasi dari ketergantungan pada komoditas.

“S&P juga melihat bagaimana perekonomian Indonesia masih rapuh terhadap guncangan eksternal karena ketergantungan terhadap ekspor komoditas dan impor barang modal,” kata DBS Group.

Sektor manufaktur gagal mengambil alih peran komoditas sejak 2012. Pertumbuhan sektor manufaktur yang hanya sebesar 4% membutuhkan perhatian pemerintah untuk menghidupkan kembali sektor ini.

Kenaikan peringkat dari S&P diprediksi akan memengaruhi penyusunan anggaran pemerintah pada 2018. DBS Group memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 akan mencapai 5,5%, lebih rendah dibandingkan proyeksi pemerintah sebesar 5,8%-6%. (*)

Follow Us

Indexes