Infrastructure Markets

Laba Bersih ISAT Turun 19,9%

Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) membukukan laba bersih Rp 173,9 miliar pada kuartal I 2017, turun 19,9% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan beban dan penurunan laba selisih kurs menjadi penyebab penurunan laba bersih perseroan.

ISAT mencatat pendapatan sebesar Rp 7,29 triliun pada kuartal I 2017, naik 7% dibandingkan kuartal I 2016 sebesar Rp 6,81 triliun. Pendapatan selular naik 6,6% menjadi Rp 6,05 triliun atau 83% dari total pendapatan perusahaan karena peningkatan pendapatan Data dan VAS. Pendapatan non-selular naik 9% menjadi Rp 1,24 triliun.

Perusahaan juga mencatat pertumbuhan jumlah pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 227,6% dan peningkatan pendapatan data sebesar 40,5% dibandingkan kuartal I 2016. Jumlah pelanggan selular ISAT pada kuatal I 2017 meningkat sebesar 25,8 juta pelanggan menjadi 95,6 juta pelanggan.

Di sisi lain, beban ISAT naik 8,3% menjadi Rp 6,46 triliun sehingga laba usaha turun 1,9% menjadi Rp 831,7 miliar. Perseroan juga mencatat penurunan laba selisih kurs sebesar 87,5% menjadi Rp 41,2 miliar. EBITDA perseroan tumbuh 4,7% menjadi Rp 3,1 triliun dengan margin EBITDA sebesar 42,5%, turun tipis dibandingkan kuartal I 2016 sebesar 43,5%.

Total utang dari pinjaman bank dan obligasi ISAT juga turun sebesar 12,6% menjadi Rp 2,8 triliun. “Perusahaan berhasil mengurangi porsi utang dolar AS sebesar 54,7% dari USD 351 juta atau 21% dari total utang pada kuartal I 2016 menjadi sebesar USD 158,9 juta atau 11% dari total utang pada kuartal I 2017,” kata Alexander Rusli, Direktur Utama ISAT. Perseroan akan melanjutkan inisiatif untuk menurunkan utang dalam dolar AS untuk mengurangi pengaruh fluktuasi mata uang terhadap laba bersih dan menstabilkan beban bunga. (*)

Follow Us

Indexes