Consumer Industry & Trade Markets

BPS Incar Dana IPO Rp 280 Miliar

Buyung Poetra Sembada (BPS) mengincar dana Rp 210 miliar-Rp 280 miliar dari penawaran umum perdana 700 juta saham atau 29,79% dari total saham perseroan. BPS akan menggunakan dana IPO untuk modal kerja perusahaan di bidang produksi dan distribusi beras.

Novita Lubis, Direktur Investment Banking Bahana Sekuritas, salah satu penjamin emisi BPS, mengatakan perseroan menawarkan sahamnya dengan kisaran harga Rp 300-Rp 400 per saham. Harga tersebut mencerminkan price earning ratio (PER) sebesar 8,48 kali-11,2 kali terhadap proyeksi pendapatan 2017. BPS juga akan menerbitkan 70 juta waran sebagai sweetener dengan harga pelaksanaan 10%-15% premium terhadap harga IPO.

Budiman Susilo, Direktur Independen BPS, mengatakan perseroan merupakan produsen beras bermerek Topi Kita, Rumah Limas, Belida, BPS, dan Hoki. Perseroan juga memproduksi beras untuk private label, antara lain untuk Indomaret, Hypermart, Giant, Hero, Lotte Mart, dan Yogya. Kapasitas produksi BPS mencapai 302.400 ton pada
2016.

Menurut riset Nielsen, pangsa pasar beras bermerek perseroan di pasar modern mencapai 27% pada 2014 dan meningkat menjadi 35% pada 2015. Kontribusi penjualan dari merek sendiri mencapai 75,92% dari total penjualan perseroan, private label 23,63% sedangkan merek lainnya 0,45%. “Kalau dari sisi volume, kontribusi dari merek
sendiri mencapai 75,35%, private label 22,41%, dan sisanya dari merek lain,” kata Budiman.

Pada 2016, penjualan perseroan mencapai Rp 1,15 triliun, meningkat 74% dibandingkan 2015 sebesar Rp 658 miliar sedangkan laba bersih sebesar Rp 43,4 miliar. Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih sebesar 20%-30%.

Masa bookbuilding IPO BPS dilaksanakan pada 24 Mei hingga 6 Juni 2017. Masa penawaran umum dilakukan pada 16-18 Juni 2017 dan pencatatan pada 23 Juni 2017. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment

Follow Us

Indexes