Industry & Trade Markets

SMCB Targetkan Penjualan Semen 9,8 Juta Ton

Holcim Indonesia Tbk (SMCB) menargetkan volume penjualan semen tahun ini sebesar 9,8 juta ton, naik 2% dibandingkan 2016 sebesar 9,61 juta ton. Kompetisi yang ketat dan kelebihan pasokan di pasar semen domestik membuat perseroan menetapkan target yang lebih rendah dibandingkan proyeksi industri sebesar 5%.

Mark A Schmidt, Direktur Keuangan SMCB, mengatakan perseroan melihat pembangunan proyek-proyek infrastruktur melambat. Permintaan semen dari sektor manufaktur juga belum pulih. “Pertumbuhan industri semen versi Asosiasi Semen Indonesia sekitar 5% tetapi kami menilai pasar hanya akan tumbuh 2%,” kata Schmidt. Untuk volume penjualan klinker, perseroan menetapkan sebesar 1,6 juta ton.

Gerhard W Schutz, Presiden Direktur SMCB, mengatakan perseroan akan memfokuskan penjualan semen di Jawa dan Sumatera yang mengontribusikan 80% dari total penjualan perseroan. Perseroan telah menyelesaikan pembangunan terminal di Lampung.

“Tahun ini kami melanjutkan pembangunan terminal warehouse dan jetty di Palembang dengan investasi USD 12 juta untuk meningkatkan penetrasi di Sumatera,” kata Schutz. SMCB juga menjajaki kemungkinan ekspor semen selama penjualan ekspor menguntungkan karena perseroan melihat beberapa negara mengalami kelebihan pasokan (oversupply), seperti Thailand, Vietnam, dan China.

Pada kuartal I 2017, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp 2,16 triliun, turun 12,19% dibandingkan kuartal I 2016 Rp 2,46 triliun. Penurunan ini disebabkan penurunan volume penjualan semen, klinker, dan beton karena curah hujan tinggi, pasar yang stagnan, dan harga jual semen yang rendah.

Perseroan mencatat rugi bersih Rp 116 miliar pada kuartal I 2017 dibandingkan laba bersih Rp 67 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Hal ini juga dipengaruhi oleh pendapatan yang lebih rendah akibat tekanan harga semen dan kompetisi dengan para pemain baru yang membuat pasar kelebihan pasokan. (*)

Follow Us

Indexes