Markets Mining & Energy

TOBA Alokasikan Capex USD 65 Juta

Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar USD 60 juta-USD 65 juta pada 2017. Sebagian besar capex akan digunakan untuk pembangunan pembangkit listrik.

Iwan Sanyoto, Head of Investor Relations TOBA, mengatakan porsi capex untuk proyek listrik mencapai 70% dan sisanya untuk aktivitas penambangan batubara. Perseroan tengah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sulbagut 1 di Gorontalo. Proyek yang ditargetkan tuntas pada 2019 tersebut membutuhkan investasi USD 100 juta-USD 120 juta.

Perseroan menargetkan financial close untuk pembiayaan PLTU Sulbagut 1 dapat direalisasikan pada akhir semester I 2017. Porsi pendanaan dari bank akan mencapai 70% dari nilai proyek sedangkan 30% dari ekuitas.

Pada April 2017, TOBA mendapatkan kontrak dari PLN untuk membangun PLTU Sulbagut 3 di Minahasa, Sulawesi Utara dengan kapasitas 2×50 MW. Di proyek tersebut TOBA menjadi pemegang 90% saham dan 10% dimiliki oleh Sinohydro, perusahaan EPC dari China. Nilai investasi untuk Sulbagut 3 diprediksi sama seperti proyek Sulbagut 1.
“Penyelesaian proyek Sulbagut 3 akan berbarengan dengan Sulbagut 1,” kata Iwan.

Perseroan menargetkan produksi batubara tahun ini sebesar 5 juta ton-6 juta ton. Angka ini relatif sama dengan produksi tahun lalu yang sebesar 5,5 juta ton. (*)

Follow Us

Indexes