Industry & Trade Markets

TPIA Rights Issue Rp 6,15 Triliun

Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) akan menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 279,74 juta saham. Perseroan akan menawarkan saham baru tersebut seharga Rp 18.000-Rp 22.000 sehingga perseroan akan mendapatkan dana maksimal Rp 6,15 triliun.

Manajemen TPIA mengatakan rights issue yang akan dilaksanakan pada Juli 2017 dilakukan untuk memenuhi persyaratan saham beredar (free float) minimal 7,5% dari total saham perseroan. Saat ini jumlah saham TPIA yang dimiliki publik sebesar 4,22%.

Barito Pacific Tbk (BRPT) yang memiliki 45,04% saham TPIA, Marigold Resources dengan kepemilikan 5,15%, dan Prajogo Pangestu dengan kepemilikan 15,32% tidak akan melaksanakan HMETD yang menjadi haknya sebanyak 183,25 juta saham. HMETD dari ketiga pemegang saham TPIA akan ditawarkan kepada investor domestik maupun investor asing melalui penawaran terbatas.

SCG Chemicals yang memiliki 30,57% saham TPIA akan melaksanakan seluruh haknya sebanyak 85,52 juta saham. Perseroan belum menetapkan pembeli siaga (standby buyer) dalam aksi korporasi ini.

Rasio rights issue adalah 47:1 di mana setiap pemegang 47 saham lama berhak mendapatkan 1 HMETD untuk membeli 1 saham baru. Dilusi kepemilikan dalam rights issue ini mencapai 5,5%.

Pasca rights issue, kepemilikan saham BRPT di TPIA akan turun menjadi 41,51%, Prajogo Pangestu menjadi 14,11%, dan Marigold Resources menjadi 4,75%. Porsi saham SCG Chemicals tetap sebesar 30,57% sedangkan porsi saham publik akan naik menjadi 9,06%. Jika pemegang saham publik tidak mengeksekusi haknya, kepemilikan saham publik akan turun menjadi 3,62% dan akan masuk pemegang saham baru dengan kepemilikan 5,45%.

Pada perdagangan Jumat (26/5), harga saham TPIA naik 0,65% menjadi Rp 27.050. (*)

Follow Us

Indexes