Industry & Trade Markets

Kebakaran Pabrik Turunkan Penjualan BRNA

Kebakaran pabrik Berlina Tbk (BRNA) di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang berpotensi menurunkan penjualan perseroan sebesar Rp 12 miliar-Rp 14 miliar per bulan. Perseroan akan mengalihkan proses produksi ke lokasi pabrik yang lain untuk meminimalisasi penurunan penjualan.

Roberto Bernhardeta, Direktur Independen BRNA, mengatakan kerusakan pabrik akibat kebakaran yang terjadi pada 24 Mei 2017 mencapai 80%-90%. “Kerusakan mencakup bangunan lokasi produksi, 26 mesin produksi, 11 mesin dekorasi, wilayah gudang, dan persediaan,” kata Roberto.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Perseroan belum dapat memastikan besarnya kerugian akibat kebakaran pabrik. Penyebab kebakaran juga belum diketahui karena menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwajib.

“Kami akan membeli kembali mesin-mesin produksi baru. Butuh waktu 4-5 bulan untuk berproduksi kembali dan melanjutkan pasokan kepada pelanggan-pelanggan kami,” kata Roberto. Pemasok mesin akan memberikan tenor pembayaran dengan letter of credit (L/C) selama 360 hari dan memberikan uang muka yang kompetitif sehingga akan mengurangi beban arus kas BRNA.

Perseroan yang memproduksi kemasan plastik memiliki 4 pabrik, yakni di Pandaan, Tangerang, Cikarang, dan Hefei (China). Pelanggan utama perseroan, antara lain Unilever Indonesia Tbk (UNVR), Tirta Investama, Campina Ice Cream, Beiersdorf Indonesia, Bayer Indonesia, dan Reckitt Benckiser Indonesia. (*)

Follow Us

Indexes