Markets Mining & Energy

Megapower Incar Rp 61 Miliar dari IPO

Megapower Makmur, perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik, mengincar dana Rp 49 miliar-Rp 61 miliar dari penawaran umum saham perdana (IPO). Perseroan akan melepas 245,1 juta saham atau 30% dari saham perusahaan dengan harga Rp 200-Rp 250.

Kang Jimmi, Direktur Utama Megapower, mengatakan perseroan akan menggunakan 50% dana hasil IPO untuk melunasi sebagian utang perusahaan kepada pemegang saham perseroan, yakni Bina Puri Power Sdn Bhd. Sisa dana IPO sebesar 50% akan digunakan sebagai tambahan modal kerja Megapower.

Perseroan membutuhkan dana untuk ekspansi pembangunan pembangkit listrik baru dan perawatan pembangkit listrik yang telah dimiliki. Perseroan memiliki 8 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Bangka Belitung dan Riau, serta satu pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) di Sulawesi Selatan.

Pada 2016, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 59,27 miliar, naik 10,5% dibandingkan dengan 2015. Laba bersih perseroan mencapai Rp 10,5 miliar pada 2016, naik 14% dibandingkan periode yang sama 2015. Total aset perseroan mencapai Rp 350,2 miliar.

Penjamin emisi IPO Megapower adalah KGI Sekuritas Indonesia. Masa bookbuilding dilaksanakan pada 23 Mei-5 Juni 2017. Pencatatan saham perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 21 Juni 2017. (*)

Follow Us

Indexes