Markets Property

Armidian Bidik Dana IPO Rp 815 Miliar

Armidian Karyatama, perusahaan pengembang properti, membidik dana Rp 468 miliar-Rp 815 miliar dari penawaran umum perdana (IPO) 1,63 miliar saham perusahaan. Armidian berencana menggunakan 70% dana IPO untuk akuisisi lahan dan 30% untuk membayar sebagian utang kepada pemegang sahamnya, Mandiri Mega Jaya.

Surya Widjaja, Chief Executive Officer Yuanta Sekuritas Indonesia, penjamin emisi IPO Armidian, mengatakan jumlah saham yang ditawarkan dalam IPO Armidian setara 20% dari total saham disetor perusahaan. “Harga saham IPO Armidian Rp 300-Rp 500 yang mencerminkan price earning ratio 16,2 kali-27 kali terhadap proyeksi pendapatan dan laba bersih 2018,” kata Surya. Saham perseroan hanya ditawarkan kepada investor domestik.

Benny Tjokrosaputro, Direktur Utama Armidian, mengatakan perseroan merupakan entitas anak usaha dari Mandiri Mega Jaya, anak usaha Hanson Internasional Tbk (MYRX). Perseroan memiliki landbank 517 hektare di Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Armidian bersama Harvest Time dan Citra Benua Persada (Grup Ciputra) mengembangkan kota mandiri Citra Maja Raya di Tangerang sejak 2014.

Dalam dua tahun terakhir, perseroan telah menjual 8.000 unit rumah di Citra Maja dengan total nilai Rp 1,77 triliun. “Tahun ini, jumlah unit rumah yang diserahterimakan Armedia kepada konsumen mencapai 1.500 unit,” kata Benny. Perseroan akan menggunakan dana IPO untuk pembebasan lahan seluas 200 ha.

Perseroan belum dapat membukukan marketing sales sebagai pendapatan perusahaan pada 2016. “Uang muka pembelian rumah yang diterima dari konsumen dimasukkan sebagai liabilitas perusahaan,” kata Surya. Pada 2016, perseroan memiliki liabilitas 730,26 miliar dan membukukan rugi operasi Rp 14,06 miliar.

Bookbuilding IPO Armidian dilakukan pada 31 Mei-2 Juni 2017. Penawaran umum akan dilakukan pada 15-16 Juni 2017 sedangkan pencatatan saham di BEI pada 22 Juni 2017. (*)

Follow Us

Indexes