Finance Markets Property

BBTN akan Sekuritisasi KPR Syariah

Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan mensekuritisasi aset pembiayaan kepemilikan rumah syariah dengan skema efek beragun aset syariah surat partisipasi (EBAS-SP) senilai RP 300 miliar-Rp 500 miliar. Dana hasil sekuritisasi akan digunakan untuk mendukung pembiayaan perumahan.

Iman N Soeko, Direktur Keuangan BBTN, mengatakan perseroan tidak menetapkan target terlalu tinggi untuk sekuritisasi aset pembiayaan perumahan syariah karena ingin mengetes respons pasar. “Kami mengetes pasar dan aturan yang ada karena ini produk EBAS-SP yang pertama. Dua tahun yang lalu ketika kami terbitkan EBA SP yang
konvensional nilainya hanya Rp 200 miliar,” kata Iman.

Marisa Gemiralda, Executive VP Sharia Division Head BBTN, mengatakan underlying asset EBAS-SP ini adalah pembiayaan perumahan (KPR Syariah) non-subsidi senilai Rp 600 miliar. Aset tersebut memiliki kualitas yang baik dengan non-performing finance (NPF) gross 0,9%. “Kami harapkan Oktober 2017 bisa diluncurkan,” kata Marisa. Perseroan menargetkan penyaluran KPR Syariah tahun ini mencapai Rp 4 triliun.

Ananta Wiyogo, Direktur Utama Sarana Multi Griya (SMF), mengatakan SMF akan menjadi penerbit EBAS-SP tersebut. Produk EBAS-SP akan menjadi instrumen investasi alternatif bagi masyarakat. “Produk EBAS-SP juga dapat meningkatkan pangsa pasar industri pasar modal syariah dan mengatasi mismatch pendanaan pembiayaan KPR syariah,” kata Ananta.

Sejak 2009, BBTN dan SMF telah membukukan 10 sekuritisasi. Sebanyak tujuh produk sekuritisasi adalah Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA), sisanya adalah EBA-SP. Total sekuritisasi aset BTN yang dilakukan lewat skema tersebut mencapai Rp 7,46 triliun dengan nilai EBA-SP Rp 2,2 triliun. (*)

Follow Us

Indexes