Infrastructure Markets Property

KIJA Targetkan Marketing Sales Rp 2 Triliun

Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menargetkan pra penjualan (marketing sales) lahan tahun ini mencapai Rp 2 triliun. Kontribusi dari penjualan lahan industri di Cikarang masih mendominasi dengan porsi 70% atau Rp 1,4 triliun.

Muljadi Suganda, Corporate Secretary KIJA, mengatakan perseroan juga menargetkan penjualan lahan industri dari Kawasan Industri Kendal (KIK) sebesar Rp 500 miliar. Adapun penjualan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung mencapai Rp 100 miliar. Perseroan memiliki landbank 1.228 hektare di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, 1.500 ha di Tanjung Lesung, dan 522 ha di Kendal.

Hyanto Wihadhi, Direktur KIJA, mengatakan penjualan lahan industri di KIK pada 2016 mencapai Rp 359 miliar, melampaui target perseroan sebesar Rp 250 miliar. Oleh karena itu, perseroan optimistis target penjualan lahan di Kendal tahun ini dapat tercapai.

“Sudah ada 20 perusahaan yang masuk sebagai tenant di Kendal, antara lain perusahaan furniture, pabrik sepeda, dan komponen. Tujuh di antaranya mulai beroperasi tahun ini,” kata Hyanto. Perseroan mengincar sekitar 50 perusahaan untuk menjadi tenant KIK pada 2017.

Hingga kuartal I 2017, perseroan membukukan pendapatan bersih Rp 713 miliar, meningkat 21% dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp 587 miliar. Sekitar 69% pendapatan perseroan disumbangkan oleh bisnis perusahaan di sektor infrastruktur, berupa penyediaan jasa air bersih, pengelolaan air limbah, penjualan energi listrik dan Cikarang Dryport. Penjualan real estate dan properti menyumbang 27% sedangkan pendapatan dari hotel, golf, dan vila mencapai 4%. (*)

Follow Us

Indexes