Consumer Industry & Trade Markets

MDRN Batalkan Penjualan 7-Eleven

Modern Internasional Tbk (MDRN) membatalkan rencana penjualan dan transfer segmen bisnis restoran serta convenience store dengan merk waralaba 7-Eleven kepada Charoen Phokphand Restu Indonesia (CPRI). Pembatalan dilakukan karena tidak tercapainya kesepakatan atas pihak-pihak yang berkepentingan.

Chandra Wijaya, Direktur MDRN, mengatakan perseroan juga membatalkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diagendakan pada 21 Juni 2017. “Hal tersebut telah kami sampaikan melalui surat perseroan nomor 015/FAD/V/17 tanggal 29 Mei 2017 tentang pengurangan mata acara agenda RUPS Perseroan sehubungan dengan rencana transaksi material,” kata Chandra dalam keterbukaan informasi di BEI.

Sebelumnya, Charoen Phokphand Indonesia Tbk (CPIN) melalui anak usahanya CPRI mengakuisisi bisnis rumah makan dan convenience store 7-Eleven yang dikelola oleh Modern Sevel Indonesia (MSI), anak usaha MDRN. Nilai akuisisi tersebut mencapai Rp 1 triliun dan ditargetkan tuntas sebelum atau pada 30 Juni 2017.

Persyaratan-persyaratan tersebut mencakup persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Dewan Komisaris MDRN dan MSI, persetujuan dari Kementerian Perdagangan atas pengakhiran perjanjian waralaba (clean break) dan penunjukan CPRI sebagai penerima waralaba yang baru. Persetujuan dari para kreditor dan persetujuan dari 7-Eleven Inc sebagai pemberi waralaba.

Pada perdagangan Senin (5/6), harga saham MDRN turun 1,72% menjadi Rp 57 sedangkan CPIN naik 0,32% menjadi Rp 3.130. (*)

Follow Us

Indexes