Markets Mining & Energy

SQMI Targetkan Penjualan Batubara 600 Ribu Ton

Renuka Coalindo Tbk (SQMI) menargetkan volume penjualan batubara 600.000 ton pada tahun ini. Perseroan akan fokus di bisnis perdagangan (trading) batubara setelah menjual seluruh kepemilikan sahamnya di Jambi Prima Coal (JPC) dan Surya Global Makmur (SGM).

Shantanu Lath, Direktur Utama SQMI, mengatakan perseroan telah mendapatkan kontrak pasokan batubara jangka panjang untuk Grup Shree Renuka Sugars Limited, India. Perusahaan yang memiliki afiliasi dengan SQMI tersebut merupakan konsumen batubara dari JPC.

“Grup Renuka di India memiliki captive market 1,5 juta ton batubara kalori rendah,” kata Shantanu. Perseroan mendapatkan pasokan batubara 3.400-3.600 kkal dari salah satu tambang di Kalimantan Selatan dan batubara 3.200 kkal dari Gia Lestari, pemilik tambang batubara di Jambi.

Perseroan mengaku telah mendapatkan kontrak untuk mengekspor batubara sejak 2016 tetapi terkendala izin usaha pertambangan operasi produksi khusus (IUP OPK). “Kami sudah mengurus perizinan tersebut. Setelah izin terbit, kami baru bisa ekspor,” kata Shantanu.

Volume penjualan batubara SQMI mencapai level tertinggi 1,2 juta ton pada 2012. Ketika harga komoditas batubara anjlok, perseroan merugi dan terpaksa menjual aset tambangnya. Posisi aset SQMI pada tahun buku 2016-2017 merosot menjadi USD 479.000 dari USD 10,94 juta.

Berdasarkan laporan keuangan SQMI periode 2016-2017, perseroan membukukan penjualan bersih USD 4,38 juta, merosot 40% dibandingkan 2015-2016 sebesar USD 7,30 juta. Perseroan mencatat laba bersih USD 527.000 dari penjualan aset dibandingkan rugi bersih USD 1,76 juta pada 2015-2016. (*)

Follow Us

Indexes