Consumer Headline Markets

Belanja Iklan Masih Menopang Emiten Media

Belanja iklan televisi diestimasi akan bertahan sebagai prioritas pengiklan dalam jangka panjang dan menjadi katalis bagi emiten media televisi. Pertumbuhan pesat belanja iklan e-commerce akan meningkatkan belanja iklan televisi free to air (FTA).

Riset Nielsen menyebutkan para pemain bisnis e-commerce mengeluarkan anggaran iklan televisi yang agresif dalam 2-3 tahun terakhir. Pendapatan kotor stasiun televisi dari iklan free to air (FTA) tumbuh 10% pada 2016. “Kami berharap pertumbuhan yang kuat akan berlanjut tahun ini,” kata Christine Natasya, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Mirae menilai katalis positif ini akan menguntungkan Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan Surya Citra Media Tbk (SCMA). Prospek iklan televisi dalam jangka panjang tetap menarik meskipun muncul persaingan dari media online. Perusahaan konsultan Media Partners Asia (MPA) mengatakan, di Indonesia, India, dan Filipina di mana belanja iklan FTA paling disukai. Iklan online berada di posisi kedua setelah iklan FTA.

Momentum kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Standard and Poor’s (S&P) juga diproyeksikan dapat menurunkan cost of fund emiten televisi, khususnya MNCN. Perusahaan berencana melakukan refinancing sebagian utang dolar pada 2018.

Saham emiten media pilihan Mirae adalah SCMA karena perusahaan memiliki neraca yang solid, arus kas yang kuat, potensi perbaikan margin di 2017, dan kenaikan pada prime time audience share di SCTV.

Mirae merekomendasikan BUY saham SCMA dengan target harga Rp 3.290 dan HOLD saham MNCN dengan target Rp 1.915. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment