Markets Mining & Energy

PLN Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp 2 Triliun

PLN (Persero) akan menerbitkan obligasi senilai Rp 1,6 triliun dan sukuk ijarah senilai Rp 400 miliar. Dana hasil penerbitan obligasi dan sukuk akan digunakan untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik, transmisi, dan gardu listrik di seluruh Indonesia.

Sarwono Sudarto, Direktur Keuangan PLN, mengatakan penerbitan obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan senilai total Rp 10 triliun yang akan diterbitkan dalam 2 tahun. Perseroan membutuhkan dana Rp 100 triliun untuk belanja modal pembangunan infrastruktur kelistrikan berupa pembangkit listrik dengan kapasitas 10.000 MW, transmisi 40.000 km, dan gardu listrik.

“Separuh belanja modal berasal dari utang bank, sisanya dari obligasi global maupun lokal,” kata Sarwono.

Sarwono mengaku kebutuhan belanja modal PLN sudah aman karena beberapa waktu lalu perseroan telah menerbitkan obligasi global USD 1,5 miliar. Selain itu, ada komitmen pinjaman jangka panjang dari World Bank senilai USD 8 miliar.

Rajendra L Tobing, Direktur Investment Banking Indo Premier Sekuritas, salah satu penjamin emisi obligasi PLN, mengatakan obligasi konvensional dan sukuk ijarah akan diterbitkan dalam tiga seri. Obligasi seri A dengan tenor 5 tahun menawarkan kupon 7,2%-7,7%. Obligasi seri B dengan tenor 7 tahun menawarkan kupon 7,55%-8,10%. Obligasi seri C bertenor 10 tahun memberikan kupon 7,95%-8,5%. Sukuk ijarah PLN memiliki tenor yang sama dan menawarkan imbalan 7,2%-8,10%.

Masa bookbuilding berlangsung 6-15 Juni 2017 sedangkan masa penawaran umum pada 3-6 Juli 2017. Obligasi dan sukuk ijarah PLN akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 12 Juli 2017. (*)

Follow Us

Indexes