Finance Markets

Modal Inti MAYA Capai Rp 6,36 Triliun

Modal inti Bank Mayapada Internasional Tbk (MAYA) mencapai Rp 6,36 triliun per Maret 2017, naik kelas dari bank BUKU II menjadi bank BUKU III. Perseroan akan meningkatkan permodalan melalui rights issue senilai Rp 1 triliun dan penerbitan obligasi subordinasi Rp 750 miliar pada tahun ini.

Jennifer Ann, Sekretaris Perusahaan MAYA, mengatakan aksi korporasi tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan bank dalam menunjang ekspansi usaha dan kebutuhan belanja modal (capex) infrastruktur teknologi informasi. Rights issue ini merupakan penawaran umum terbatas (PUT) ke-10 yang dilaksanakan perseroan sesuai dengan rencana bisnis yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Masuknya Bank Mayapada ke dalam kelompok bank BUKU III merupakan wujud komitmen pemegang saham untuk terus memperkuat struktur permodalan, antara lain melalui PUT dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang telah mencapai ke-9 kali pada 2016 dan penerbitan obligasi subordinasi sebanyak empat kali,” kata Jennifer dalam siaran pers.

Bank BUKU III adalah bank dengan modal inti Rp 5 triliun-Rp 30 triliun. Perseroan berencana menambah produk dan layanan berbasis teknologi informasi (e-channel), antara lain m-banking, internet banking, dan e-money pasca kenaikan modal tersebut. Perseroan juga mempersiapkan layanan kartu kredit.

Berdasarkan laporan keuangan Maret 2017, perseroan memiliki aset Rp 66,84 triliun, meningkat 18,36% dibandingkan Maret 2016. Dana pihak ketiga (DPK) MAYA naik 26,04% menjadi Rp 57,74 triliun sedangkan penyaluran kredit tumbuh 33,76% menjadi Rp 49,12 triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) perseroan berada di level 13,7% sedangkan NPL net sebesar 0,96%. (*)

Follow Us

Indexes