Finance Markets

OJK Dorong Pendalaman Pasar Keuangan

Wimboh Santoso, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) yang baru saja terpilih, akan mendorong pendalaman pasar keuangan dengan penerbitan instrumen surat berharga jangka pendek. Hal ini dinilai akan mengatasi volatilitas di pasar modal yang cukup tinggi.

Wimboh mengatakan, keterbatasan instrumen surat berharga (commercial paper) jangka pendek menyebabkan investor sulit mendapatkan instrumen investasi alternatif atau instrumen untuk lindung nilai (hedging). “Volatilitas di pasar modal masih sangat tinggi karena instrumennya sedikit, akhirnya lari ke luar negeri. Instrumen fixed income jangka pendek, sekuritisasi aset, dan sekuritisasi proyek infrastruktur bisa menjadi solusinya,” kata Wimboh.

Instrumen jangka pendek yang dimaksud adalah instrumen pasar keuangan dengan tenor satu bulan atau dua bulan. Konsepnya bisa mencontoh instrumen serupa yang digunakan di pasar keuangan luar negeri, diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan di Indonesia.

Di sisi lain, Wimboh mengatakan, instrumen investasi berupa sekuritisasi aset dan sekuritisasi proyek infrastruktur juga dapat menutup kesenjangan kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur yang tidak dapat dipenuhi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kami akan mendorong percepatan penerbitan obligasi, sertifikasi proyek, dan skema lain yang dapat mendorong pendanaan di sektor infrastruktur,” ujarnya. (*)

Follow Us

Indexes