Infrastructure Markets

FREN Siapkan Capex USD 150 Juta

Smartfren Telecom Tbk (FREN) mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar USD 150 juta pada 2017. Perusahaan akan menggunakan sebagian besar belanja modal untuk ekspansi jaringan demi menambah kapasitas dan program migrasi pelanggan code multiple division access (CDMA) ke teknologi long term evolution (LTE).

Merza Fachys, Presiden Direktur FREN, mengatakan nilai belanja modal tahun ini kurang lebih sama seperti alokasi tahun lalu. Perseroan akan memperluas jaringan dan kapasitas dengan menambah base transceiver station (BTS). Jumlah BTS FREN pada 2016 mencapai 11.000 BTS, meningkat 22,22% dibandingkan dengan 9.000 BTS pada 2015.

“Hingga saat ini (awal Juni) penambahan BTS mencapai 500 unit. Kalau towernya kami sewa dari TBIG, Protelindo, dan lain-lain,” kata Antony Susilo, Direktur Keuangan FREN. Penambahan kapasitas ini akan mendukung rencana perseroan untuk meningkatkan jumlah pelanggan LTE sebanyak dua kali lipat menjadi 10 juta pelanggan pada tahun ini.

Dana belanja modal berasal dari kas internal dan pinjaman dari China Development Bank (CDB). Perseroan mendapat pinjaman CDB senilai USD 300 juta pada 2016 dan sudah ditarik sebesar USD 170 juta. Sisa dana USD 130 juta akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan.

Merza mengungkapkan, perseroan terus mendorong upaya migrasi pelanggan CDMA ke LTE untuk menurunkan beban perusahaan. Jumlah pelanggan CDMA mencapai 4-5 juta pelanggan.

Hingga kuartal I 2017, perseroan mencatat pendapatan Rp 1,02 triliun, meningkat 35,89% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, beban usaha perseroan juga naik 21,09% menjadi Rp 1,54 triliun. FREN membukukan rugi bersih Rp 518,01 miliar, turun 0,32% dibandingkan kuartal I 2016. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment