Infrastructure Markets Mining & Energy

OJK Izinkan JSMR dan PLN Sekuritisasi Aset

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengizinkan Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PLN (Persero) untuk melakukan sekuritisasi aset berupa future cashflow untuk mendukung pendanaan infrastruktur. Sekuritisasi aset tersebut tidak memerlukan aturan khusus. JSMR dan PLN bisa menggunakan peraturan OJK yang sudah ada untuk melaksanakan aksi korporasinya.

“Sekuritisasi aset Jasa Marga dan PLN bisa diakomodir peraturan yang sudah ada. Future cashflow bisa dilihat dari pendapatan historis, nanti berapa persen yang mereka sekuritisasi,” kata Nurhaida, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK. Sekuritisasi berupa future cashflow sedikit berbeda dengan sekuritisasi aset pada umumnya karena tidak ada aset yang harus dikeluarkan dari pembukuan perseroan.

Sebelumnya, JSMR dan PLN menunggu hasil legal review OJK terhadap rencana sekuritisasi aset anak-anak usahanya. JSMR berencana melakukan sekuritisasi aset berupa future cashflow dari anak perusahaan yang mengelola jalan tol Jagorawi. Nilai sekuritisasi aset JSMR ditargetkan Rp 2,5 triliun. Dana hasil sekuritisasi tersebut akan digunakan untuk membangun sejumlah ruas tol baru.

Sementara itu, PLN berencana melakukan sekuritisasi aset future cashflow dari anak usahanya, Indonesia Power, senilai Rp 10 triliun. PLN akan menggunakan dana hasil sekuritisasi untuk membangun infrastruktur kelistrikan di Indonesia dan mendukung program 35.000 MW. (*)

Follow Us

Indexes