Finance Markets

BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia (BI) diprediksi akan mempertahankan suku bunga acuan 7 days repo rate di level 4,75% dengan stabilnya inflasi. Kenaikan Fed Fund Rate tidak akan berpengaruh pada keputusan BI.

Fakhrul Fulvian, Ekonom Bahana Sekuritas, mengatakan inflasi pada Juni 2017 diprediksi sekitar 4,25% yoy, lebih rendah dibandingkan inflasi Mei 2017 sebesar 4,33%. Meskipun ada kenaikan harga barang-barang pada bulan puasa dan Lebaran, BI dan pemerintah telah meluncurkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) untuk memantau harga 10 bahan pangan strategis.

“Tidak ada kepentingan mendesak bagi BI untuk menaikkan suku bunga meski secara global, khususnya Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan. Inflasi domestik cukup terkendali,” kata Fakhrul.

Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed ke depan semakin kecil sehingga tren pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mata uang global akan berlanjut. Hal ini menjadi sentimen positif yang akan membuat rupiah menguat.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini berada di level Rp 12.900 seiring dengan pemulihan ekonomi yang semakin kuat. Penyaluran kredit perbankan sebagai salah satu indikator ekonomi mencatat pertumbuhan double digit sebesar 10,4% pada Mei 2017 yoy. Sepanjang tahun lalu hingga April 2017, permintaan kredit masih bergerak di kisaran 6% -9%. Kenaikan permintaan kredit ini diikuti dengan penurunan rasio kredit bermasalah.

“Perbaikan data ekonomi yang diikuti dengan langkah pemerintah bersama kebijakan moneter menjaga kestabilan harga, membuat BI cukup optimis inflasi pada akhir tahun ini akan berada di kisaran 4,36%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sekitar 4,63%,” kata Fakhrul. Bahana Sekuritas sejak awal tahun ini yang memperkirakan inflasi berada di kisaran 4,4% pada akhir 2017. (*)

Follow Us

Indexes