Finance Markets

BPD Salurkan Kredit Mikro Rp 1,5 Triliun

Enam Bank Pembangunan Daerah (BPD) menyalurkan kredit usaha mikro Rp 1,5 triliun dalam pilot project yang dibiayai oleh German Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (DMZ). Pilot project ini akan diperluas ke seluruh BPD untuk mendorong porsi kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi 20% dari total portofolio kredit.

Muliaman D Hadad, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan penyaluran kredit usaha mikro (KUM) dilakukan oleh BPD Sumut, BPD DIY, BPD Kalbar, BPD SulutGo, BPD Jateng, dan BPD Papua. Jumlah debitor penerima KUM mencapai 50.091 debitor dengan tingkat non-performing loan (NPL) 1,48%. Dalam pilot project tersebut, keenam BPD bekerja sama dengan Sparkassenstiftung Fuer International Kooperation (SBFIC).

SBFIC memberikan bantuan teknis untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia BPD dalam penyaluran KUM. “Proyek akan dilanjutkan dengan menggandeng BPD lainnya. Dengan kerja sama tersebut diharapkan terjadi proses transformasi BPD dalam inovasi pengembangan produk, kompetensi SDM, serta perubahan budaya dan pola pikir dalam penyaluran kredit produktif,” kata Muliaman.

Michael Kuehl, Principal Advisor SBFIC Indonesia, mengatakan Sparkassen merupakan kumpulan bank daerah di Jerman yang memiliki 400 bank yang dikelola oleh asosiasi regional maupun nasional. Total aset Sparkassen mencapai Rp 4.000 triliun atau hampir tiga kali lipat dari PDB Indonesia.

“Kredit mikro berisiko tetapi produk ini dibutuhkan oleh masyarakat. Untuk menghindari fraud, kami menghindari penggunaan proyeksi dan satu account officer bertanggung jawab atas satu nasabah,” kata Kuehl. Dengan strategi tersebut, Sparkassen mampu bersaing dalam kompetisi yang ketat di Jerman.

Kresno Sediarsi, Ketua Asosiasi Bank-bank Daerah (Asbanda), mengatakan BPD akan menyalurkan KUM dengan bunga yang bersaing. Saat ini rata-rata bunga KUM adalah 12%-14% per tahun namun beberapa BPD mampu menawarkan bunga single digit. Kresno mencontohkan BPD DIY yang menawarkan bunga KUM sebesar 7% per tahun.

Hingga Maret 2017, penyaluran kredit BPD naik 5,74% menjadi Rp 338,52 triliun. Dana pihak ketiga BPD juga tumbuh 5,32% menjadi Rp 452,51 triliun. Sementara itu, total aset BPD juga naik 9,3% menjadi Rp 589 triliun. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment