Industry & Trade Markets Mining & Energy

BEI Targetkan Market Cap Rp 6.500 Triliun

Bursa Efek Indonesia (BEI) menargetkan nilai kapitalisasi pasar (market cap) saham akan mencapai Rp 6.500 triliun pada akhir 2017, lebih tinggi dibandingkan target sebelumnya sebesar Rp 6.000 triliun. Pertumbuhan market cap akan ditopang oleh penambahan jumlah emiten baru dan harga saham yang terus meningkat.

Tito Sulistio, Direktur Utama BEI, mengatakan saat ini market cap saham di BEI telah mencapai Rp 6.296 triliun. “Membaiknya market cap akan memperbesar pasar, membuat bobot investasi dan arus uang masuk naik,” kata Tito.

Kenaikan suku bunga acuan The Fed sebesar 0,25% ke rentang 1%-1,25% diyakini tidak akan banyak berpengaruh terhadap aliran modal asing di BEI. “Tidak ada capital outflow, confidence pelaku pasar terhadap Indonesia bagus. Buktinya Bank Indonesia tidak menaikkan suku bunga acuan,” kata Tito.

Pada 2017, BEI menargetkan penambahan 35 emiten baru. Hingga minggu kedua Juni 2017, ada 10 emiten baru yang telah mencatatkan sahamnya di BEI: Nusantara Pelabuhan Handal Tbk (PORT), Bintraco Dharma Tbk (CARS), Forza Land Indonesia Tbk (FORZ), Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), Cahaya Sakti Investindo Sukses Tbk (CSIS), Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU), Terregra Asia Energy Tbk (TGRA), First Indo American Leasing Tbk (FINN), dan Alfa Energy Investama Tbk (FIRE).
Jumlah emiten baru yang diharapkan masuk ke bursa pada semester I 2017 diharapkan mencapai 15 perusahaan. (*)

Follow Us

Indexes