Finance Markets

BBTN Incar Posisi 5 Besar

Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengincar posisi lima besar perbankan di Indonesia dari sisi aset. Perseroan menargetkan total aset pada akhir tahun ini akan mencapai Rp 253 triliun.

Maryono, Direktur Utama BBTN, mengatakan perseroan akan mempertahankan pertumbuhan kredit di level 18% secara tahunan sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di level 22%-24% untuk mencapai target aset tersebut. Hingga April 2017, kredit BBTN tumbuh 18% menjadi Rp 170,45 triliun sedangkan DPK meningkat 21,82% menjadi Rp 157,52 triliun. Sementara itu, total aset BBTN mencapai Rp 233 triliun.

Saat ini BBTN berada di posisi keenam bank terbesar dari sisi aset setelah Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA). Pada kuartal I 2017, total aset BNGA mencapai Rp 236,86 triliun. “Selisih aset Rp 20 triliun dalam tahun ini sangat mungkin dicapai karena pembiayaan perumahan saja diestimasi Rp 66 triliun. Pertumbuhan KPR bersubsidi 20%-30% per tahun lebih tinggi dibandingkan dengan kredit lainnya yang pertumbuhannya 7%-8%,” kata Maryono.

Perseroan akan menjadi bank kategori BUKU IV dengan modal inti di atas Rp 30 triliun pada 2020 dan menguasai 40% pangsa pasar kredit pemilikan rumah (KPR) pada 2022. “Selama periode 2015-2022, BBTN akan berkontribusi dalam penyediaan 3,5 juta unit rumah atau 87,5% dari 4 juta unit yang menjadi total target Program Sejuta Rumah selama 5 tahun,” kata Maryono.

Haryajid Ramelan, Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), prospek industri perbankan membaik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Harga saham BBTN dua tahun lalu mmasih berada di level Rp 1.000 dan saat ini berada di level Rp 2.640. “Kenaikan harga saham BBTN hampir mencapai 170%. Dengan potensi kenaikan IHSG sebesar 10%-15%, masih ada potensi upside di saham BBTN,” ujar Haryajid.

Pada perdagangan Jumat (16/6), harga saham BBTN turun 2,22% menjadi Rp 2.640. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment

Follow Us

Indexes