Industry & Trade Markets

KMTR Targetkan Pendapatan USD 800 Juta

Kirana Megatara Tbk (KMTR), produsen karet remah (crumb rubber), menargetkan pendapatan USD 800 juta pada 2017, meningkat sekitar 33,33% dibandingkan 2016 sebesar USD 600 juta. Kenaikan harga karet internasional menjadi faktor penopang perbaikan kinerja perseroan.

Jenny Widjaja, Direktur Keuangan KMTR, mengatakan perseroan memperkirakan volume penjualan karet tahun ini akan mencapai 500.000 ton karet remah, meningkat sekitar 13,6% dibandingkan 2016 sebanyak 440.000 ton karet remah. “Dengan target produksi 500 ribu ton, asumsinya harga karet USD 1,5 per kg maka sekitar USD 800 juta pendapatannya,” kata Jenny. Perseroan memprediksi laba bersih tahun ini akan meningkat sekitar 50% menjadi Rp 315 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 210 miliar.

KMTR memiliki 12 pabrik yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan dengan kapasitas produksi 720.000 ton karet remah. Utilisasi pabrik baru mencapai 80%. “Kami merelokasi dua pabrik ke lokasi yang lebih besar di Langkat dan Lampung sehingga kapasitas produksi kami harapkan bisa double dibandingkan kapasitas sebelumnya,” ujar Jenny.

KMTR menjadi emiten ke-547 di Bursa Efek Indonesia dengan melepas 1,15 miliar saham dengan harga Rp 458 per saham. Perseroan memperoleh dana Rp 527,8 miliar dari IPO tersebut. Dana IPO akan digunakan untuk penyertaan modal di anak usaha sebesar 58%, melunasi pinjaman kredit modal kerja 22%, dan sisanya untuk modal kerja perseroan.

Pada perdagangan Senin (19/6), harga saham KMTR naik 49,56% menjadi Rp 685. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment

Follow Us

Indexes