Markets Mining & Energy

Megapower Tetapkan Harga IPO Rp 200

Megapower Makmur Tbk menetapkan harga saham pada penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp 200, ini merupakan batas bawah dari kisaran yang diberikan pada saat penawaran awal Rp 200-Rp 250. Perseroan akan mendapatkan dana segar Rp 49,02 miliar dari IPO tersebut.

Manajemen Megapower dalam prospektus penawaran sahamnya mengatakan, perseroan melepas 245,1 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca IPO. Perseroan juga akan mencatatkan 571,89 juta saham milik pendiri atau setara 70% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Para pemegang saham yang merupakan pendiri Megapower adalah Bina Puri Power Sdn Bhd dengan kepemilikan 457,52 juta saham, Kang Jimmy sebanyak 68,63 juta saham, dan Low Soon Heng sebanyak 45,75 juta saham.

Perseroan akan menggunakan 50% dana hasil IPO atau Rp 24,51 miliar untuk membayar utang kepada Bina Puri Power Sdn Bhd. Per 31 maret 2017, saldo pinjaman Megapower kepada Bina Puri mencapai USD 4,27 juta atau Rp 56,95 miliar. Pasca pembayaran sebagian utang, saldo pinjaman tersebut akan turun menjadi USD 2,58 juta atau Rp 34,44 miliar. Pinjaman lunak dengan tenor 5 tahun itu memiliki tingkat bunga 1,5% per tahun dan akan jatuh tempo pada 4 Januari 2021.

Sisa dana IPO sebesar Rp 24,51 miliar akan digunakan sebagai modal kerja perseroan. Perseroan membutuhkan dana untuk membangun pembangkit listrik baru dan perawatan pembangkit listrik yang telah dimiliki. Megapower memiliki 8 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Bangka Belitung dan Riau. Selain itu, perusahaan memiliki satu pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) di Sulawesi Selatan.

Penawaran umum saham Megapower dilaksanakan pada 20-22 Juni 2017. Pencatatan saham akan dilakukan pada 5 Juli 2017. KGI Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi IPO Megapower. (*)

Follow Us

Indexes