Finance Headline Markets

Pertumbuhan Kredit Katalis bagi Emiten Bank

Pertumbuhan kredit yang mencapai double digit menunjukkan permintaan kredit membaik sehingga menjadi sentimen positif bagi emiten di sektor perbankan. Sejumlah bank diestimasi akan membukukan peningkatan laba bersih yang tinggi seiring dengan prospek sektor perbankan yang semakin baik.

Henry Wibowo, Analis Bahana Sekuritas, mengatakan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan permintaan kredit pada akhir Mei 2017 tumbuh 10,4% yoy. “Ini adalah pertumbuhan double digit pertama sejak 15 bulan terakhir,” kata Henry. Pertumbuhan kredit modal kerja menunjukkan korporasi mulai melakukan ekspansi usaha setelah kondisi politik domestik stabil pasca pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Bahana Sekuritas memprediksi pertumbuhan kredit industri perbankan tahun ini akan mencapai 12%. Saham-saham perbankan yang menjadi pilihan Bahana adalah Bank Mandiri Tbk (BMRI), Bank BNI Tbk (BBNI), Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA).

BMRI dan BBNI gencar menyalurkan pembiayaan untuk proyek-proyek infrastruktur. Bahana memperkirakan BMRI akan membukukan laba bersih Rp 20,5 triliun, meningkat 48% dibandingkan periode yang sama 2016. Net interest margin (NIM) BMRI akan mencapai 6,1% sedangkan non-performing loan (NPL) diestimasi turun menjadi 3,5% dibandingkan 4% pada 2016.

BBNI akan mencatat pertumbuhan kredit 15,4% dengan NPL gross yang turun ke level 2,7% dibandingkan 2016 di level 3%. BBNI berpotensi meraup laba bersih Rp 13,3 triliun, naik 17,4% dibandingkan 2016.

Sementara itu, BDMN akan fokus ke segmen usaha kecil dan menengah yang menjadi andalannya dan kontribusi dari anak usahanya, Adira Finance Tbk (ADMF), membaik karena penjualan mobil pulih seiring dengan perbaikan daya beli masyarakat. BDMN akan membukukan laba bersih Rp 3,84 triliun, meningkat 44% dibandingkan dengan 2016. Rasio NPL perseroan juga akan turun dari 3,5% menjadi 3,2%.

BNGA akan mencatat pertumbuhan laba bersih 31,4% menjadi Rp 2,74 triliun pada 2017 dengan penurunan NPL gross ke level 3% dari 3,9% pada 2016. Peningkatan porsi dana murah (CASA) menjadi 55,7% pada kuartal I 2017 juga menjadi indikasi positif yang akan menurunkan beban bunga bank.

Bahana merekomendasikan BUY saham BMRI dengan target Rp 15.000, BBNI dengan target Rp 8.000, BDMN dengan target Rp 5.900, dan BNGA dengan target Rp 1.500. (*)

Follow Us

Indexes