Markets Mining & Energy

MPOW Targetkan Pertumbuhan Pendapatan 30%

Megapower Makmur Tbk (MPOW) menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh 30% menjadi sekitar Rp 77 miliar. Kinerja perseroan akan didorong oleh proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) yang mulai beroperasi penuh tahun ini.

Kang Jimmy, Direktur Utama MPOW, mengatakan pembangkit listrik mikrohidro yang beroperasi penuh berkapasitas 4,2 MW di Sulawesi Selatan. “Sebenarnya beroperasi mulai Juni 2016 tetapi karena ada maintenance baru beroperasi penuh tahun ini,” kata Kang Jimmy.

Perseroan saat ini mengoperasikan 8 pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Bangka Belitung dan Riau serta satu pembangkit listrik tenaga mikrohidro dengan total kapasitas 59 MW.

Perseroan juga tengah mengurus izin untuk dua proyek pembangkit listrik mikrohidro baru dengan kapasitas 5 MW-10 MW di Sulawesi Selatan. Nilai investasi untuk proyek yang akan dibangun 2018 tersebut diestimasi mencapai USD 15 juta-USD 30 juta. “Pendanaannya sedang dikaji, kemungkinan dari pinjaman bank,” kata Kang Jimmy.

Kedua proyek tersebut akan menegaskan fokus perusahaan di bidang energi terbarukan (renewable energy) dalam beberapa tahun ke depan. Perseroan memiliki kontrak jangka panjang 20 tahun untuk memasok listrik ke PLN.

MPOW merupakan emiten ke-553 di Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan dana IPO sebesar Rp 49 miliar dengan melepas 245,1 juta saham atau 30% saham. Pada sesi pertama perdagangan Rabu (5/7), harga saham MPOW naik 70% menjadi Rp 340. (*)