Markets Mining & Energy

MEDC Revisi Rencana Rights Issue

Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) harus merevisi rencana penawaran umum terbatas saham dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dan penerbitan waran tahun ini. Perseroan tidak bisa menerbitkan 3 waran untuk setiap 1 saham baru karena jumlah saham beredarnya akan melebihi 39%.

Siendy K Wisandana, Corsec MEDC, mengatakan berdasarkan konsultasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan hanya bisa menerbitkan 1 waran untuk setiap saham baru. “Kami harus menghitung ulang harga pelaksanaan rights issue,” kata Siendy.

Seperti diketahui, MEDC berencana menerbitkan 1,3 miliar saham baru dengan target dana Rp 1,94 triliun. Dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk membayar utang yang akan jatuh tempo sebesar 70%. Sisa dana sebesar 30% akan digunakan untuk belanja modal, termasuk untuk kebutuhan akuisisi di masa depan.

Sebelum rights issue, perseroan akan melaksanakan stock split dengan rasio 1:4. Jumlah saham perseroan sebelum stock split mencapai 3,33 miliar saham, dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Pasca stock split, jumlah saham perseroan akan mencapai 13,32 miliar saham dengan nilai nominal Rp 25 per saham. “Jadi, nanti rights issue harus disesuaikan dengan stock splitnya. Kalau target dana dari rights issue tetap Rp 1,94 triliun,” kata Siendy.

Perubahan ini menyebabkan rights issue yang semula dijadwalkan dilaksanakan pada 18 Juli 2017 mundur. Perseroan optimistis stock split dan rights issue dapat direalisasikan sebelum akhir tahun ini. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment