Industry & Trade Markets

IPO GMF akan Tawarkan 15%-30% Saham

GMF Aero Asia, anak usaha Garuda Indonesia Tbk (GIAA), akan menawarkan 15%-30% saham baru dalam penawaran saham perdana (IPO) tahun ini. Perseroan akan menggunakan dana IPO untuk memperkuat modal GMF dan mendukung pengembangan bisnis perusahaan di bidang pemeliharaan mesin pesawat (engine workshop).

Pahala Mansury, Direktur Utama GIAA, mengatakan saham yang ditawarkan dalam IPO GMF adalah saham baru. Perseroan masih menghitung valuasi dan target dana dari aksi korporasi tersebut. GMF membutuhkan dana cukup besar untuk investasi pada proyek-proyek baru, termasuk pengembangan anorganik melalui joint venture dengan institusi lainnya.

Perseroan saat ini aktif menangani pemeliharaan badan pesawat (airframe). Pengembangan bisnis melalui proyek-proyek baru akan memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan pemegang saham.

“IPO GMF akan dilaksanakan pada September atau awal Oktober 2017. Saat ini dalam proses menyiapkan dokumentasi termasuk juga legal due diligence dan registrasi di BEI dan OJK pada Agustus nanti,” kata Pahala. Perseroan menunjuk Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Danareksa Sekuritas sebagai joint underwriters dalam IPO GMF. (*)