Consumer Industry & Trade Markets

MDRN akan Jual Aset untuk Bayar Kewajiban

Modern Internasional Tbk (MDRN) akan menjual aset-aset non-produktif untuk membayar kewajiban perusahaan kepada kreditor, karyawan, dan pemasok. Perseroan memiliki kewajiban jangka pendek senilai Rp 1,08 triliun per 31 Maret 2017.

Chandra Wijaya, Direktur Keuangan MDRN, mengatakan aset yang dikaji untuk dijual adalah aset tanah dan bangunan yang dimiliki perusahaan sejak 20-30 tahun yang lalu. “Aset-aset yang tidak produktif yang kami peroleh dari Fuji Film akan kami jual untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang, kewajiban kepada pemasok, dan lain-lain,” kata Chandra.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2017, perusahaan memiliki aset tanah senilai Rp 141,5 miliar sedangkan aset bangunan serta prasarana senilai Rp 434,5 miliar. Sementara itu, utang bank perseroan yang akan jatuh tempo dalam setahun ke depan mencapai Rp 293,2 triliun, utang nonbank Rp 13,89 miliar, dan utang sewa pembiayaan Rp 13,33 miliar.

Dalam laporan tahunan 2016, MDRN menyebutkan penjualan aset akan meningkatkan modal kerja dan fleksibilitas arus kas. Perseroan menunjuk Colliers sebagai agen penjualan aset-aset tersebut.

Donny Sutanto, Komisaris MDRN, mengatakan perseroan juga akan menjual aset-aset lain dari gerai-gerai 7-Eleven yang ditutup. “Semua aset yang ada akan diutilisasi secara maksimal utk mendukung bisnis yang lain,” kata Donny.

Penutupan gerai-gerai 7-Eleven yang dilakukan perusahaan mengakhiri perjanjian waralaba dengan Seven Eleven Inc yang seharusnya berlaku hingga 2028. Penutupan ini berdampak pada kewajiban pembayaran gaji dan pesangon bagi 1.200-1.300 karyawan Modern Sevel Indonesia (MSI). “Kewajiban kepada karyawan akan diselesaikan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada sesuai masa kerja karyawan,” kata Ivan Budiman, Direktur MSI. (*)

Follow Us

Indexes