Headline Markets Property

Investor Asing Minati Pergudangan dan Residensial

Sejumlah investor asing dari Australia dan Asia berminat menggarap bisnis pergudangan dan residensial di Jakarta dan sekitarnya. Mereka menyiapkan dana puluhan hingga ratusan juta dolar Amerika Serikat (AS) untuk proyek-proyek skala besar tersebut.

James Taylor, Head of Research Jones Lang Lasalle Indonesia, mengatakan ada tiga investor besar yang masuk ke pasar pergudangan dan residensial. Logos, perusahaan jasa logistik asal Australia, menginvestasikan dana USD 130 juta untuk akuisisi lahan seluas 155.000 m2 di Pondok Ungu, Bekasi. Perseroan akan membangun kompleks pergudangan yang membidik perusahaan fast moving consumer goods (FMCG), e-commerce, dan logistik di Indonesia. Total investasi Logos untuk proyek tersebut mencapai USD 400 juta.

Daiwa House, perusahaan properti asal Jepang, menyiapkan dana USD 35 juta untuk proyek residensial di atas lahan seluas 12 ha di Jakarta Selatan. Pada 2013, Daiwa House telah memiliki joint venture dengan Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) untuk mengembangkan kawasan industri MM2100 di Bekasi.

Sementara itu, GIC yang merupakan perusahaan investasi milik pemerintah Singapura, membentuk joint venture dengan Intiland Development Tbk (DILD) di proyek mixed use South Quarter, Jakarta Selatan. Total nilai proyek tersebut diestimasi mencapai Rp 12 triliun.

“Permintaan yang besar datang dari investor Hong Kong, Singapura, Jepang, dan China untuk mengembangkan sektor pergudangan dan residensial di Indonesia,” kata Taylor. Mereka melihat prospek bisnis pergudangan akan tumbuh seiring dengan pertumbuhan pesat e-commerce, FMCG, dan logistik di Indonesia. Permintaan terhadap residensial juga diestimasi akan pulih dalam beberapa tahun ke depan dan akan ditopang oleh pertumbuhan kelas menengah.

Vivin Harsanto, Head of Advisory JLL, mengatakan investor asing melihat potensi jangka panjang di kedua sektor tersebut. “Saat ini sektor residensial masih lesu tetapi mereka melihat kebutuhan rumah ke depan terus meningkat sehingga mereka masuk sekarang,” kata Vivin.

Riset JLL menunjukkan di sektor residensial penjualan di Jakarta dan sekitarnya mencapai 3.156 unit per kuartal II 2017. Pasokan baru di segmen residensial mencapai 5.430 unit dari 29 kota mandiri (townships). Rumah yang paling diminati konsumen berada di rentang harga Rp 600 juta-Rp 1,3 miliar per unit. (*)