Finance Markets

Laba Bersih BMRI Tumbuh 33,7%

Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih Rp 9,5 triliun, tumbuh 33,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba perusahaan ditopang oleh pendapatan bunga bersih, pendapatan non-bunga, dan penurunan pencadangan.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama BMRI, mengatakan pada semester I 2017 pendapatan bunga bersih perseroan tumbuh 6% menjadi Rp 25,69 triliun. Pendapatan non-bunga (fee based income) meningkat 18,5% menjadi Rp 10,89 triliun.

Pencadangan BMRI juga turun 5,6% menjadi Rp 9,33 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,89 triliun. Namun, perseroan menaikkan rasio pencadangan (coverage ratio) dari 112,69% menjadi 134,17% untuk mengantisipasi memburuknya kredit bermasalah. Pada semester I 2016, rasio non performing loan (NPL) gross BMRI turun menjadi 3,82% dibandingkan semester I 2016 sebesar 3,86%.

Perseroan akan menurunkan NPL gross ke level 3,5%-3,6% pada akhir tahun ini. Ahmad Siddik, Direktur Manajemen Risiko dan Kepatuhan BMRI, mengatakan perseroan akan mempercepat restrukturisasi utang kepada debitor yang masih memiliki prospek usaha yang baik. Untuk debitor yang tidak kooperatif, perseroan akan menjual aset yang menjadi agunan dan melakukan upaya hukum.

Kredit bermasalah di segmen komersial mendominasi NPL perseroan dengan nilai Rp 16,94 triliun atau 73,7% dari total nilai NPL sebesar Rp 22,98 triliun. Segmen usaha kecil mencapai Rp 2,01 triliun, konsumer Rp 1,76 triliun, mikro Rp 1,33 triliun, dan korporasi Rp 940 miliar. (*)