Finance Markets

BMRI Bidik Potensi Dana Nasabah Besar di Singapura

Bank Mandiri Tbk (BMRI) membidik potensi pengelolaan dana nasabah besar (high net worth individuals) di Singapura yang diperkirakan mencapai Rp 700 triliun. Perusahaan tengah mengurus izin untuk memberikan layanan bagi nasabah ritel tersebut melalui kantor cabangnya di Singapura.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama BMRI, mengatakan potensi pengelolaan dana nasabah kaya ini terbuka dengan adanya kesepakatan Automatic Exchange of Information (AEOI) yang berlaku hampir di seluruh dunia mulai 2018. “AEOI akan menjadi trigger yang membuka peluang bagi kami untuk mengelola aset warga negara Indonesia di Singapura yang tidak direpatriasi dalam bentuk kas dan surat berharga,” kata Kartika.

AEOI merupakan sistem pertukaran data keuangan yang dilakukan atas permintaan otoritas pajak dari berbagai negara di dunia. AEOI bertujuan untuk mencegah praktik penggelapan atau penghindaran pajak yang dilakukan warga negara dengan menyimpan aset keuangannya di luar negeri. Kesepakatan ini akan meningkatkan kepatuhan di bidang perpajakan, mendorong penerimaan pajak, dan memperkuat transparansi internasional di bidang keuangan.

Saat ini kantor cabang BMRI di Singapura baru memiliki izin untuk melayani nasabah korporasi. Oleh karena itu, perseroan akan memperluas layanannya ke bisnis wealth management untuk nasabah ritel dengan kekayaan di atas USD 1 juta. “Kami berkoordinasi dengan otoritas Singapura untuk mendapatkan approval licence untuk cabang ritel,” ujar Kartika. (*)