Infrastructure Markets Mining & Energy

EBA Indonesia Power akan Tawarkan Diskon

Indonesia Power, anak usaha PLN (Persero), akan menawarkan diskon untuk menarik minat investor dalam sekuritisasi aset future revenue yang menggunakan skema kontrak investasi kolektif efek beragun aset (KIK EBA). Perseroan menargetkan dana maksimal Rp 10 triliun dari EBA tersebut.

Prihatmo Hari M, Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM), mengatakan diskon akan menggantikan bunga dan dibayarkan di muka, mirip dengan skema zero coupon bond. “Sekuritisasi ini berbeda dengan pembiayaan utang konvensional karena dalam pembukuan perusahaan penerbit tidak akan masuk ke dalam pos utang yang berbunga sehingga tidak menambah beban,” kata Prihatmo.

Besaran diskon EBA Indonesia tergantung hasil pemeringkatan dan respons investor terhadap produk ini. Sebelumnya, PLN memperkirakan indikasi return EBA Indonesia Power di kisaran 8%-9% dengan peringkat idAAA.

DIM merupakan manajer investasi yang ditunjuk dalam penerbitan sekuritisasi aset Indonesia Power. Dana hasil penerbitan instrumen ini akan digunakan untuk membiayai pembangunan pembangkit listrik dalam program 35.000 MW.

EBA Indonesia Power akan ditawarkan kepada investor di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain kepada perusahaan asuransi, dana pensiun, private equity, dan manajer investasi. DIM mengaku respons calon investor dalam premarketing cukup bagus. EBA Indonesia Power akan diterbitkan dalam 2-3 bulan mendatang.

Indonesia Power membutuhkan belanja modal (capex) sebesar Rp 22 triliun pada 2017, antara lain untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya Unit IX dan X dengan kapasitas 2.000 MW. Perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 42 triliun, meningkat 14% dibandingkan dengan pendapatan 2016 sebesar Rp 36,7 triliun. Total aset perseroan pada akhir tahun lalu mencapai Rp 220,89 triliun. (*)

Follow Us

Indexes