Markets Mining & Energy

Produksi Nikel INCO Capai 37.331 Ton

Produksi nikel Vale Indonesia Tbk (INCO) pada semester I 2017 mencapai 37.331 ton, naik 2,96% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu 36.256 ton. Perseroan mempertahankan target produksi nikel tahun ini sekitar 80.000 ton berdasarkan realisasi tersebut.

Nico Kanter, CEO dan Presiden Direktur INCO, mengatakan produksi nikel perseroan pada kuartal II 2017 mencapai 20.107 ton, lebih tinggi 16,7% dibandingkan dengan kuartal I 2017. “Produksi di triwulan II tahun ini lebih tinggi karena pelaksanaan aktivitas pemeliharaan sudah selesai,” kata Nico.

Prospek harga komoditas nikel tahun ini diestimasi membaik dengan pulihnya permintaan dari China. Konsumsi nikel untuk memproduksi baja di China pada periode Januari-Mei 2017 mencapai 33% dari total konsumsi nikel global.

Indopremier Sekuritas mengatakan, dalam beberapa pekan terakhir harga nikel global naik 11,4%. Data London Metal Exchange (LME) menunjukkan harga nikel di pasar spot mencapai USD 9.715 per ton pada 20 Juli 2017. Kenaikan harga nikel juga disebabkan oleh penurunan persediaan (inventory) nikel di LME dan Shanghai Futures Exchange menjadi 447.000 ton atau setara dengan konsumsi nikel global selama 81 hari. Angka ini di bawah rata-rata persediaan pada periode 2014-2016 yang setara dengan konsumsi nikel global selama 90-100 hari.

“Pemulihan permintaan nikel global menyebabkan tren penurunan persediaan nikel berlanjut sehingga prospek harga nikel dalam jangka panjang akan lebih baik,” kata Indopremier. Harga nikel dalam jangka panjang diproyeksikan mencapai USD 11.000 per ton.

Indopremier memprediksi pendapatan INCO akan mencapai USD 629 juta, naik 7,7% dibandingkan 2016 sebesar USD 584 juta. Laba bersih perseroan diestimasi akan mencapai USD 13 juta, tumbuh hampir 7 kali lipat dibandingkan dengan 2016 sebesar USD 2 juta.

Indopremier merekomendasikan BUY saham INCO dengan target harga Rp 2.800. Target ini merefleksikan price to book value sebesar 1,08 kali dari estimasi pendapatan 2018 sebesar USD 699 juta. (*)

Follow Us

Indexes