Finance Markets

BBTN akan Bentuk 4 Anak Usaha

Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) akan membentuk empat anak usaha baru, yakni anak usaha di bidang asuransi jiwa, aset manajemen, multifinance, dan asuransi umum. Perseroan mengalokasikan dana sekitar Rp 700 miliar untuk pembentukan anak-anak usaha tersebut.

Mahelan Prabantarikso, Direktur BBTN, mengatakan perseroan akan membentuk perusahaan patungan dengan Jasindo di bidang asuransi jiwa dengan nama BTN Life. Porsi saham BBTN di perusahaan asuransi jiwa tersebut mencapai 89% sedangkan Jasindo 11%. “BTN Life kami targetkan dapat berdiri pada awal Desember 2017,” kata Mahelan.

Untuk anak usaha di bidang aset manajemen dan multifinance, perseroan dalam proses akuisisi terhadap Danareksa Investment Management (DIM) dan due diligence terhadap Danareksa Finance. Kedua anak usaha Danareksa (Persero) ini memang akan diambilalih oleh BBTN seiring dengan rencana Kementerian BUMN menjadikan Danareksa (Persero) sebagai holding BUMN Keuangan.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan Kementerian BUMN untuk rencana akuisisi ini,” kata Maryono, Direktur Utama BBTN. Pembentukan anak usaha di bidang aset manajemen dan multifinance ini ditargetkan selesai pada akhir 2017 atau awal 2018.

Perseroan juga akan menuntaskan akuisisi Asuransi Binagriya Upakara, yang 75,37% sahamnya dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai BTN, pada kuartal I 2018. Asuransi ini menangani asuransi properti yang terkait dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN.

Maryono mengatakan, BBTN akan menjadi pemegang saham mayoritas pada anak usaha aset manajemen, multifinance, dan asuransi umum dengan kepemilikan saham minimal 51%. Pembentukan anak-anak usaha akan melengkapi lini bisnis BBTN dan mendorong pertumbuhan aset lebih cepat. Perseroan menargetkan asetnya pada akhir tahun ini mencapai Rp 253 triliun untuk menjadi bank terbesar kelima di Indonesia. Per Juni 2017, aset BBTN tumbuh 18,27% menjadi Rp 224,06 triliun. (*)

Follow Us

Indexes