Finance Markets

BDMN Cetak Laba Bersih Rp 2 Triliun

Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencetak laba bersih Rp 2 triliun, naik 18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba perseroan ditopang oleh penurunan biaya kredit.

Sng Seow Wah, Direktur Utama BDMN, mengatakan biaya kredit perseroan turun 23% menjadi Rp 1,69 triliun. Kualitas aset perseroan hingga semester I 2017 sedikit membaik dengan rasio non performing loan (NPL) gross 3,2% dibandingkan dengan 3,3% pada semester I 2016.

Penyaluran kredit perseroan relatif flat sebesar Rp 128,34 triliun karena kredit mikro merosot 32% menjadi Rp 8,5 triliun. Penurunan ini disebabkan perseroan masih membenahi kredit bermasalah di segmen ini dengan NPL yang mencapai 10%. Jika kredit mikro dikeluarkan, kredit BDMN naik 4% menjadi Rp 119,78 triliun.

Vera Eve Lim, Direktur Keuangan BDMN, mengatakan perseroan telah mengubah fokus kreditnya ke segmen non-mass market, yakni segmen Usaha Kecil Menengah (UKM), enterprise, dan kredit pemilikan rumah (KPR). Kredit UKM pada semester I 2017 tumbuh 9% menjadi Rp 26,7 triliun. Segmen kredit enterprise yang terdiri atas korporasi, komersial dan institusi keuangan, naik 6% menjadi Rp 37,1 triliun. Sementara itu, segmen KPR meningkat 25% menjadi Rp 4,9 triliun.

Hingga akhir tahun ini, perseroan menargetkan kredit di luar segmen mikro tumbuh 5%-7% menjadi sekitar Rp 133,66 triliun-Rp 136,21 triliun. Perseroan juga akan mempertahankan rasio NPL gross di level 3,2%. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment