Consumer Markets

Pelemahan Harga CPO Tekan LSIP

Pelemahan harga crude palm oil (CPO) global diestimasi akan menekan harga saham PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP). Laba bersih perseroan pada tahun ini diperkirakan tumbuh 20% tetapi pada 2018 akan flat seiring dengan penurunan harga CPO.

Edward Lowis, Analis UOB Kay Hian, mengatakan produksi tandan buah segar (FFB) LSIP pada 2017-2018 akan naik masing-masing sebesar 10,4% menjadi 1,35 juta ton dan 5,7% menjadi 1,43 juta ton. Berdasarkan volume produksi yang solid tersebut, laba bersih LSIP diproyeksikan tumbuh 20% menjadi Rp 713 miliar pada 2017.

“Kami optimis perseroan mampu mencapai target laba bersih tersebut walaupun average selling price CPO pada semester II diestimasi melemah menjadi MYR 2.600 per ton,” kata Edward dalam risetnya. Pada kuartal I 2017, perseroan membukukan laba bersih Rp 373 miliar atau 52% dari proyeksi UOB.

Laba bersih perseroan pada 2018 diprediksi akan mencapai Rp 720 miliar dengan harga rata-rata CPO sebesar MYR 2.400 per ton. Pendapatan LSIP pada 2017 diperkirakan naik 13% menjadi Rp 4,37 triliun sedangkan pada 2018 hanya naik 3,9% menjadi Rp 4,54 triliun.

UOB Kay Hian merekomendasikan HOLD saham LSIP dengan target harga Rp 1.560. (*)

About the author

Hari Widowati

Add Comment

Click here to post a comment