Finance Markets Mining & Energy

ASII akan Dorong Lini Bisnis Keuangan dan Pertambangan

Astra International Tbk (ASII) akan mendorong kontribusi lini bisnis keuangan dan pertambangan sebagai kontributor utama kinerja perseroan. Kedua segmen bisnis ini akan menggantikan peran lini bisnis otomotif yang pertumbuhannya cenderung flat.

Prijono Sugiarto, Direktur Utama ASII, mengatakan pada semester I 2017 pertumbuhan laba dari segmen bisnis jasa keuangan mencapai 62% sedangkan laba bersih bisnis alat berat dan pertambangan tumbuh 83%. Kontribusi bisnis jasa keuangan serta alat berat dan pertambangan jika digabungkan mencapai 44% dari laba bersih perseroan. Angka ini mendekati kontribusi laba bersih dari sektor otomotif yang mencapai 44,87% dari total laba bersih perseroan.

“Kalau kita lihat, kinerja bisnis otomotif kan flat saja. Penjualan mobil sedikit sekali, motor bahkan turun,” kata Prijono. Oleh karena itu, segmen bisnis yang mencatat pertumbuhan tinggi akan menjadi mesin penggerak kinerja perseroan pada semester II 2017.

Kinerja bisnis jasa keuangan melejit karena kerugian Bank Permata Tbk (BNLI) pada semester I 2016 sebesar Rp 836 miliar telah pulih. Non performing loan (NPL) gross BNLI turun dari 8,8% menjadi 4,7%. Perseroan juga mencatat laba bersih Rp 621 miliar.

Sementara itu, kinerja bisnis alat berat dan pertambangan diuntungkan oleh tren harga batubara yang cukup stabil di level USD 80-USD 81 per ton. Pamapersada Nusantara Tbk (PAMA), perusahaan jasa kontraktor pertambangan yang dimiliki oleh United Tractors Tbk (UNTR), mendapatkan banyak kontrak dari pemilik tambang batubara besar, seperti Kaltim Prima Coal (KPC), Adaro Energy Tbk (ADRO), dan lain-lain. Produksi batubara PAMA naik 4% menjadi 52 juta ton sedangkan volume pengupasan tanah (overburden removal) naik 6% menjadi 360 juta bank cubic meters. (*)

Follow Us

Indexes