Consumer Industry & Trade Markets

Laba Bersih ASII Meningkat 31%

Laba bersih Astra International Tbk (ASII) pada semester I 2017 mencapai Rp 9,36 triliun, meningkat 31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp 7,12 triliun. Pertumbuhan laba bersih perseroan ditopang oleh bisnis alat berat dan pertambangan dan agribisnis yang didorong kenaikan harga komoditas.

Prijono Sugiarto, Presiden Direktur ASII, mengatakan pendapatan bersih perseroan pada semester I 2017 mencapai Rp 98,03 triliun, naik 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sektor otomotif memberikan kontribusi terbesar terhadap laba bersih perseroan, yakni sebesar Rp 4,2 triliun atau 44,87%. Bisnis alat berat dan pertambangan menyumbang Rp 2,06 triliun atau 22% dari laba bersih ASII.

Jasa keuangan berkontribusi sebesar 2,03 triliun atau 21,68% terhadap laba bersih perseroan seiring dengan membaiknya kinerja Bank Permata Tbk (BNLI). Sektor agribisnis menyumbang Rp 832 miliar atau 9% dari laba bersih perseroan. Sisanya dikontribusikan oleh sektor properti, infrastruktur dan logistik, serta teknologi informasi.

Prijono mengatakan, sebagian besar bisnis Grup Astra memiliki kinerja yang baik pada semester I 2017. “Untuk sisa tahun ini, Grup Astra berharap mendapatkan manfaat dari harga batubara yang stabil walaupun hasil kinerja diperkirakan akan terpengaruh oleh peningkatan persaingan di pasar mobil dan penurunan permintaan di pasar motor,” kata Prijono.

Pada perdagangan Kamis (27/7), harga saham ASII turun 0,31% menjadi Rp 8.075. (*)